Skip to main content

Ketika Sahabat Kita Sedang Bertengkar

Kalian pasti bingung waktu kedua sahabat kalian lagi marahan, hal itu yang sekarang lagi saya alami. Dan saya bener-bener ga tau harus ngebela yang mana. Yang saya tau keduanya salah, sama-sama salah paham. Kalau saya deket sama salah satu dari mereka, yang lain pasti marah ke saya. Dan saat saya coba buat ngebantuin mereka berdua biar temenan lagi, mereka pasti langsung nunjukin ego mereka. Malesin bukan? iya bener-bener malesin. Apalagi yang mereka pertengkarin ini masalah cowo. Ampun daaaahhhhh... :v :v :v
Untungnya mamah saya pernah kasih tau ke saya cara buat ngadepin temen ataupun sahabat yang lagi marahan. Mau tau ga nih ?? Caranya gampang ga seruet ngeliatin mereka bertengkar, eits :3

Pertama, jangan memihak salah satu dari mereka. Cobalah untuk bersikap netral.

Kedua, cobalah menjadi penengah diantara keduanya dan buatlah mereka berbaikan dengan membicarakan masalah mereka secara baik-baik

Ketiga, jika mereka saling mengutamakan ego masing-masing, tinggalkan dan jangan dekati mereka. Agar mereka bisa menginstrospeksi diri masing-masing, dimana letak kesalahan yang mereka buat. Dan buatlah mereka merasa saling membutuhkan.

Keempat, jika mereka sudah bertengkar lebih dari tiga hari, paksa mereka untuk berbaikan, walaupun hal itu membuat mereka dapat membencimu. Tapi semua itu lebih baik, daripada kamu membiarkan sahabatmu mendapatkan dosa. Bener ga? ehehe... Nanti juga mereka sadar, bahwa niat kamu itu baik, hanya ingin mereka bersahabat lagi.

Kelima, jaga sikap kamu jangan sampai membuat keadaannya memburuk. Caranya, jaga bicara kamu dan jaga perasaan mereka, agar mereka tidak salah paham.

Yang utamanya sih JANGAN TAKUT DIBENCI OLEH SAHABAT KAMU KARENA KAMU BERUSAHA MEMBUAT MEREKA BERSAHABAT SEPERTI DULU LAGI.

Oke, sekian coretan saya hari ini. Sampai jumpa dan terimakasih sudah membaca coretan sederhana ini :3

Comments

Popular posts from this blog

Belajar Gambar #2 (Realis)

Kali ini saya lagi belajar gambar realis.. Gaya aja ya saya tuh, baru bisa ngarsir udah mau coba-coba realis.. ehehe Mereka berdua ini sahabat-sahabar saya yang punya hobi sama kayak saya, yaitu menggambar, desain, dan yang berbau seni. Kalo ga ada mereka, mungkin saya ga akan mulai menggambar lagi  setelah vakum belajar gambar dari kelas 6sd. Gimana menurut kalian? ini gambar kayak manusia bukan? maklum ini gambar pertama dan kedua belajar realis. Mau liat sama foto aslinya? nih dibawah Ini adalah gambar pertama saya belajar gambar realis. Modelnya sahabat saya namanya Chintia Mega Kusuma. Kalo saya manggilnya Ci .. soalnya kalo manggil Chin nanti dikira banci :3 ehehe... Nah yang diatas ini adalah gambar kedua yang saya buat. Bisa liat kan perbedaannya. Dia juga sahabat saya yang gemar fotografi, namanya Fina Listiana. Kalo ga ada dia mungkin saya ga akan bisa belajar gambar kayak sekarang. Kedua gambar tadi adalah awal dari mimpi saya. Anda bisa kuliah di ju...

Tentang Film: 99 Cahaya di Langit Eropa (Hai masalah besar, aku punya Tuhan yang lebih besar!)

Judulnya terlalu biasa ya? Mau bagaimana lagi, saya rasa judul inilah yang akan saya ceritakan kali ini. Tentu kalian sudah pernah mendengar kata-kata diatas. Ya, itulah judul film yang pernah menghiasi Indonesia, khususnya bagi orang muslim yang ingin menyaksikan film ini. Awalnya saya kurang berminat. Alasannya sangat klasik. Saya malas membuang uang untuk menonton film seperti itu. Terkesan sarkastikkah? Beberapa hari yang lalu, Adik saya menanyakan pada saya. "Teh punya film islami ga?" Kebetulan dia sedang mengikuti 'Pesantren Kilat' di SMPnya. Karena kebetulan aku tidak mengoleksi film seperti itu, maka ku suruh ia membeli kaset. Memang sih sayang uangnya, lebih baik mendownload. Tapi aku sedang malas karena ada target menulis untuk bulan depan. Akhirnya adikku membawa pulang kaset 99 Cahaya di Langit Eropa part 1 dan part 2. Dia memaksa agar aku menonton bersamanya, tapi Aku sedang ada target menulis, jadi aku tolak ajakkannya. Esok harinya dia berce...

Anak Kecil

Seseorang pernah berkata, " ketika anak kecil melakukan kesalahan, itu bukan sifat aslinya ". Anak-anak belajar dari lingkungan sekitar, hal-hal yang ia lihat dan apa yang diajarkan kepadanya. Jadi ketika kita melihat seorang anak berperilaku buruk, yakinlah bahwa perilaku ataupun sifat itu mungkin bukan sifat aslinya. Ia masih dapat diajarkan dan dituntun ke jalan yang benar. Terimakasih Umi dan Abah telah mengajarkan hal ini pada kami dan percaya pada anak kecil yang nakal itu .