Skip to main content

Posts

Showing posts with the label Tentang Film

Pelajaran Hidup dari Drakor The King: Eternal Monarch

 Kayaknya baru satu setengah jam yang lalu gue ngelarin drakor The King: Eternal Monarch. Ah, pasti pada tau sih ini kalau memang yang rajin mantengin drakor. Atau seenggaknya pernah denger lah. Ini drakor dimana Go-Eun sama Lee Min-Ho bersatu haha. Mungkin akan agak menyebalkan judul yang gue berikan ini. Kalau di film ada yang namanya behind the schene, kalau ini gue sebutnya behind my mind. Jadi ini pelajaran hidup yang gue dapet dari drakor hits satu ini. Singkat cerita gue lagi ditemani sama bukunya Dr. Ibrahim Elfiky, Terapi Berfikir Positif. Sampe adek gue nanya, "teteh lagi terapi?" Iya kali ya, gue lagi terapi mendalami diri sendiri eaakkkk... Mungkin karena itu juga fikiran-fikiran ini muncul ketika nonton The King. Jadi gini... Hidup untuk hari ini Siapa sih yang gak gereget liat kisah Tae-Eul sama Lee-Gon yang kepisah dua dunia, bingung gak tuh ngitung jaraknya. LDR lewat haha. Dan sebagaimana yang kita ketahui di ending*yang gatau nonton dulu* lumay...

Gua Baru Nonton Series Marvel's Agents of S.H.I.E.L.D

Kemana aja gua selama ini, baru tahu sekarang kalau ada series Marvel ini. Jujur, gua bukan penggemar marvel. Dulunya. Gua bahkan gak terlalu fanatik sama apapun kecuali anime. Itu juga dulu, waktu masih sekolah. Hampir berubah jadi Otaku. Tapi untung aja ada dunia baru waktu SMA, jadi teralihkan. Dan kayaknya sekarang gua mulai jatuh cinta sama cerita-cerita Marvel. Btw gua emang suka genre yang berantem, spy, atau lebih ke action and sci-fi. Oh magic, mistery, shounnen--kalau buat animenya-- dan genre sejarah kerajaan Indonesia. Pokoknya gua suka sama sesuatu yang gak selalu gua lihat setiap hari. Sesuatu yang baru. Kalau kalian tahu Transporter, Transformer, Harry Potter, film-filmnya Jacki Chan dan artis China lainnya yang jago kungfu, itu salah satu film favorit gua sama keluarga. Tapi, gua selalu ngerasa kesel ketika filmnya berakhir dan masih banyak yang mau gua tahu. Film yang cuma dibuat paling lama 2 jam kurang atau lebih. Dan ketika gua nonton series dari Marvel...

Review Wiro Sableng, Gak kayak naga terbang kok:v

Dua hari yang lalu, gua memutuskan untuk memberi diri sendiri sedikit relaksasi. Nonton film. Kebetulan dua teman gua ada yang mau nonton Wiro Sableng dan gua emang tertarik sama film indonesia yang berbau kerajaan beginian. Tertarik juga liat aksi laganya dan sangat berharap tidak ada naga terbang yang kelihatan banget bohongannya. Perasaan ragu ada, saat diawal. Karena menurut teman gua yang udah nonton filmnya biasa aja, humornya juga gak lucu, jenis humor jaman dulu. But, hell yeah gua tetap nonton. Ya, support film Indonesia gak ada salahnya kan. Kami datang tepat waktu, sangat tepat. Kalau ketinggalan beberapa menit saja, kami pasti ketinggalan film ini. Dan gua paling gak suka kalau ketinggalan film walaupun satu menit. Ya, mepet gini juga karena gua sih. Singkat cerita, di sekitar kantor ada syuting film Filosofi Kopi, dengan mobil van tingkatnya dan tak lupa mas Ben. Sangat disayangkan jika melewatkan hal seperti ini. Dan gua menunggu untuk bisa take some photos with mas ...

Tentang Film: To All the Boys I've Loved Before -I like Lara Jean:v

This is because Lara Jean's letters. Gua baru mau tidur pas gak sengaja tau ada drama baru di Netflix. Sial. Dan bahagia di saat yang bersamaan. Gua penasaran dan akhirnya nonton film ini sampai selesai. Btw baru keluar hari ini filmnya. Ya, tepat di independence day's Indonesia . Btw, MERDEKA! Happy Independence day's my home ! Lara Jean, tipe gadis penghayal kayak gua, pemeran utama di film ini yang sialnya sangat mirip dengan gua. Maksudnya sifatnya yang jarang terlihat orang lain, selalu di pandang aneh soal penampilannya, suka novel-novel, dan yang paling penting keadaan kamarnya mirip kamar gua, BERANTAKAN! Ia adalah anak kedua dari tiga bersaudara, yang semuanya adalah perempuan. Ini gak mirip, tapi kita sama-sama punya dua saudara perempuan. Bentar, gua kasih trailernya dulu. Oh iya, gua juga suka sama sountrack film ini. Kehidupan awalnya hanya berputar di rumah dan sekolah menengah atasnya, dengan kedua saudari, ayah, dan seorang sahabat laki-laki...

Tentang Film: Tag, The Game for a Reason (2018)

Hari Senin, Gua gak bohong kalau hari ini bener-bener bad monday. Makanya gua memutuskan untuk nonton film. Niat awalnya cuma mau ngulangin serial Harry Potter sambil makan soto. Tapi gua gak sengaja liat cuplikan film "Tag". Penasaran. Ya, cuma karena ada tulisan "beside on the true story". Emang gampang banget penasarannya gua jadi ya udah nonton aja. Well, lu pernah punya temen kecil? Kayak tetangga-tetangga yang seumuran atau gak jauh beda terus sering main bareng kalau sore atau hari libur, ke Masjid atau tempat ibadah bareng-bareng, marahan bareng-bareng terus baikan lagi. Gua pernah punya temen kayak mereka. Tapi setelah semua beranjak dewasa, kita gak pernah main bareng lagi. Kalau ketemu paling cuma ngobrol dan yaudah gitu doang. Nah, di film Tag ini mereka membuat sebuah permainan yang dapat mereka jadikan alasan untuk bertemu setiap tahunnya. Cerdas kan. Gua rasa otak awalnya ada di Hogan atau yang sering di panggil  Hoagie  oleh teman-tema...

13 Reasons Why dan Riverdale (versi gua belum selesai nonton Riverdale)

Selama ini, gua selalu berfikir bahwa jalan cerita yang disajikan melalui film ataupun novel yang gua lihat ataupun baca hanya terlihat seperti satu jalan lurus yang akhirnya akan mentok pada suatu jalan buntu. Orang-orang biasa menyebutnya akhir dari sebuah cerita, ataupun ending. Like happy ending or sad ending. Lalu bagaimana kehidupan setelahnya? Dari situ, gua berencana untuk membuat kisah cerita yang lebih kompleks. Atau setidaknya mencari cerita fiksi yang lebih kompleks. Karena dari hal-hal yang gua lihat di sekitar, hidup bukan hanya tentang bagaimana akhir yang nanti akan di dapat, tapi ada yang lebih seru dari semua itu, namanya proses. Orang terkadang hanya ingin memiliki akhir yang bagus dan ketika dalam prosesnya mereka malah menyalahkan keadaan, tidak terima, dan akhirnya menghambat jalan mereka menuju tujuan yang sebenarnya. Padahal proses itulah yang harusnya mereka nikmati. Kalau pembukaan yang gua bawakan diatas terlalu berbelit-belit, gua harap kalian tetap bis...

Tentang Film: Stip dan Pensil (Ada Koh Ernestnya:3)

Sebuah drama komedi Indonesia dalam waktu 97 menit yang mengangkat tema tentang pendidikan dengan pembawaan yang baik. Menurut gua sih gitu. Entah kenapa dari awal liat cuplikannya di TV maupun di Youtube gua yakin ini film bagus. Selain karena ada koko Ernest haha:v Tapi maaf banget gua gak sempat nonton karena suatu hal. Duit juga salah satunya:v. Dan barusan gua nonton bajakannya. Aduh jahatnya aku ini:'v Banyak hal yang gua sadarin setelah gua nonton ini. Pertama, gua gak memanfaatkan pendidikan gua dengan baik. Dari dulu gua takut keluar dari zona nyaman, gua takut untuk ikut OSIS padahal gua mau dan gua suka berorganisasi. Gua takut melakukan terobosan baru seperti yang dilakukan Toni dan teman-temannya. Gua cuma mau melakukan hal yang gua bisa, and stuck. Gua cuma berputar di lingkaran yang sama. Saat dengan percaya dirinya Toni menanggapi pertanyaan Erwin tentang essai yang dia buat, dia sama sekali gak mikir dua kali. Tapi dia hanya melakukan apa yang bisa d...

Tentang Film: Rudi Habibie (Solusinya, Aku Cinta Indonesia)

Bacharuddin Jusuf Habibie - Reza Rahardian Dari SD, waktu disuruh tulis tokoh yang menginspirasi saya selalu nulis "B.J. Habibie". Saya suka beliau karena cerita-cerita dari Papah. Dulu Indonesia pernah menghina beliau, dan beliau tetap mencintai Indonesia. Hingga akhirnya memilih bekerja di Jerman karena orang-orang Indonesia terlalu tanda kutip. Sampai pas ada filmnya yang pertama saya pernah menghina Indonesia begini. "Dulu pas lagi nanjak di hina, dilemparin batu. Giliran udah berjaya di luar, di sanjung-sanjung dan mengakui dia warga Indonesia.(terus saya ngeluarin kata yang gaenak untuk Indonesia)", terus Papah bilang gini, "yang salah bukan Indonesianya, tapi pandangan masyarakatnya yang belum mengerti." Bukan salah negara jika seseorang dikucilkan. Bukan salah tanah jika seseorang ditendang. Bukan salah siapa-siapa. Memang mungkin jalannya harus seperti itu kata Allah. Allah adalah pembuat skenario terbaik. Dan kalau dulu Habibie gak...

Tentang Film: Finding Dory (Kept Swimming Kept the Spirit)

TELAT BANGET WOY!! Waktu bulan puasa kemaren aku sama yang lain nonton ini. Tadinya mau ngeblog dan berbagi disini. Tapi kesibukan jadi susah buka laptop. Iya ini telat banget aku tau. Tapi yaudahlah daripada gak sama sekali kan ya. Awalnya kami mau nonton Star Wars. Tapi salah satu temanku ngotot mau finding Dori. Akhirnya karena kita telat dan kehabisan tiket, jadi nonton Finding Dory. Kalau kalian yang gak terlalu suka kartun dan merasa gak penting film kayak gini, pasti mikir, "Apa sih buang-buang duit nonton kartun." Temanku juga ada yang bilang gini. Tapi karena aku memang penggila film, apapun itu. Jadi yowes woles ae. Ikan kecil yang memiliki keanehan. Tapi dia selalu optimis. Terus berenang meski gelap, arus deras, sendirian. Dia tetap kept swimming. Kept the spirit. Itu yang saya pelajari dari ikan biru kecil bernama Dory. Saat Finding Nemo maupun saat Finding Dori--dirinya sendiri-- banyak hal yang saya pelajari dari pribadinya. Saya juga ter...

Tentang Film: 99 Cahaya di Langit Eropa (Hai masalah besar, aku punya Tuhan yang lebih besar!)

Judulnya terlalu biasa ya? Mau bagaimana lagi, saya rasa judul inilah yang akan saya ceritakan kali ini. Tentu kalian sudah pernah mendengar kata-kata diatas. Ya, itulah judul film yang pernah menghiasi Indonesia, khususnya bagi orang muslim yang ingin menyaksikan film ini. Awalnya saya kurang berminat. Alasannya sangat klasik. Saya malas membuang uang untuk menonton film seperti itu. Terkesan sarkastikkah? Beberapa hari yang lalu, Adik saya menanyakan pada saya. "Teh punya film islami ga?" Kebetulan dia sedang mengikuti 'Pesantren Kilat' di SMPnya. Karena kebetulan aku tidak mengoleksi film seperti itu, maka ku suruh ia membeli kaset. Memang sih sayang uangnya, lebih baik mendownload. Tapi aku sedang malas karena ada target menulis untuk bulan depan. Akhirnya adikku membawa pulang kaset 99 Cahaya di Langit Eropa part 1 dan part 2. Dia memaksa agar aku menonton bersamanya, tapi Aku sedang ada target menulis, jadi aku tolak ajakkannya. Esok harinya dia berce...