Skip to main content

Tentang Film: Finding Dory (Kept Swimming Kept the Spirit)

TELAT BANGET WOY!!

Waktu bulan puasa kemaren aku sama yang lain nonton ini. Tadinya mau ngeblog dan berbagi disini. Tapi kesibukan jadi susah buka laptop.

Iya ini telat banget aku tau. Tapi yaudahlah daripada gak sama sekali kan ya.

Awalnya kami mau nonton Star Wars. Tapi salah satu temanku ngotot mau finding Dori. Akhirnya karena kita telat dan kehabisan tiket, jadi nonton Finding Dory.

Kalau kalian yang gak terlalu suka kartun dan merasa gak penting film kayak gini, pasti mikir, "Apa sih buang-buang duit nonton kartun." Temanku juga ada yang bilang gini. Tapi karena aku memang penggila film, apapun itu. Jadi yowes woles ae.


Ikan kecil yang memiliki keanehan. Tapi dia selalu optimis. Terus berenang meski gelap, arus deras, sendirian. Dia tetap kept swimming. Kept the spirit.

Itu yang saya pelajari dari ikan biru kecil bernama Dory. Saat Finding Nemo maupun saat Finding Dori--dirinya sendiri-- banyak hal yang saya pelajari dari pribadinya.

Saya juga termasuk orang yang aneh bagi sekitar. Jika kalian kenal saya sekarang, mungkin agak mending dari saat saya kecil. Kadang saat melihat aksi Dory saya takjub. Kok bisa dilautan dan dia berenang sendirian. Sedangkan ikan sepertinya itu termasuk ikan yang berkelompok dalam sebuah aquarium untuk hiasan.

Dan darinya saya belajar bahwa, kekurangan bisa ditutupi oleh kelebihan. Dan setiap pribadi punya kekurangan dan kelebihan masing-masing. Dory juga pandai bersosialisasi, dia ceria walaupun lupa siapa dia, dari mana, dan siapa saja yang pernah hadir disebelahnya. Yang penting dia menyapa semua.

Untuk masalah film kartun. Bagi saya gak ada yang salah dengan kartun. Kartun gak semuanya gak penting dan gak berbobot. Siapa tau hal kecil dapat menjadi pelajaran yang besar bagi setiap pribadi.

Saya suka semua yang saya suka dan saya tidak suka hal yang tidak saya suka. Saya suka film yang saya suka, mau itu kartun atau action atau genre lainnya. Dan saya tidak suka sesuatu yang tidak saya suka, biarpun itu film bergenre sama seperti film yang saya suka. Jika saya suka maka akan saya suka.

Bingung kan, tapi itulah saya. Saya tidak membatasi yang saya suka. Kita harus welcome dengan semua hal. Tapi siapkan penyaring yang pas. Seperti informasi-informasi yang berharga.

Jangan hukum film kartun hanya karena kebanyakan film kartun di tonton oleh anak-anak.

Kita bisa belajar darimana saja bukan?

Nanti kita belajar lagi. Saya mau pos satu lagi tentang film hebat. Gak semua film yang saya tonton akan saya bagi disini. Hanya yang menginspirasi saya saja.

Comments

Popular posts from this blog

Anak Kecil

Seseorang pernah berkata, " ketika anak kecil melakukan kesalahan, itu bukan sifat aslinya ". Anak-anak belajar dari lingkungan sekitar, hal-hal yang ia lihat dan apa yang diajarkan kepadanya. Jadi ketika kita melihat seorang anak berperilaku buruk, yakinlah bahwa perilaku ataupun sifat itu mungkin bukan sifat aslinya. Ia masih dapat diajarkan dan dituntun ke jalan yang benar. Terimakasih Umi dan Abah telah mengajarkan hal ini pada kami dan percaya pada anak kecil yang nakal itu .

Belajar Gambar #2 (Realis)

Kali ini saya lagi belajar gambar realis.. Gaya aja ya saya tuh, baru bisa ngarsir udah mau coba-coba realis.. ehehe Mereka berdua ini sahabat-sahabar saya yang punya hobi sama kayak saya, yaitu menggambar, desain, dan yang berbau seni. Kalo ga ada mereka, mungkin saya ga akan mulai menggambar lagi  setelah vakum belajar gambar dari kelas 6sd. Gimana menurut kalian? ini gambar kayak manusia bukan? maklum ini gambar pertama dan kedua belajar realis. Mau liat sama foto aslinya? nih dibawah Ini adalah gambar pertama saya belajar gambar realis. Modelnya sahabat saya namanya Chintia Mega Kusuma. Kalo saya manggilnya Ci .. soalnya kalo manggil Chin nanti dikira banci :3 ehehe... Nah yang diatas ini adalah gambar kedua yang saya buat. Bisa liat kan perbedaannya. Dia juga sahabat saya yang gemar fotografi, namanya Fina Listiana. Kalo ga ada dia mungkin saya ga akan bisa belajar gambar kayak sekarang. Kedua gambar tadi adalah awal dari mimpi saya. Anda bisa kuliah di ju...

Tentang Film: 99 Cahaya di Langit Eropa (Hai masalah besar, aku punya Tuhan yang lebih besar!)

Judulnya terlalu biasa ya? Mau bagaimana lagi, saya rasa judul inilah yang akan saya ceritakan kali ini. Tentu kalian sudah pernah mendengar kata-kata diatas. Ya, itulah judul film yang pernah menghiasi Indonesia, khususnya bagi orang muslim yang ingin menyaksikan film ini. Awalnya saya kurang berminat. Alasannya sangat klasik. Saya malas membuang uang untuk menonton film seperti itu. Terkesan sarkastikkah? Beberapa hari yang lalu, Adik saya menanyakan pada saya. "Teh punya film islami ga?" Kebetulan dia sedang mengikuti 'Pesantren Kilat' di SMPnya. Karena kebetulan aku tidak mengoleksi film seperti itu, maka ku suruh ia membeli kaset. Memang sih sayang uangnya, lebih baik mendownload. Tapi aku sedang malas karena ada target menulis untuk bulan depan. Akhirnya adikku membawa pulang kaset 99 Cahaya di Langit Eropa part 1 dan part 2. Dia memaksa agar aku menonton bersamanya, tapi Aku sedang ada target menulis, jadi aku tolak ajakkannya. Esok harinya dia berce...