Skip to main content

Awas Nyesel: Sebuah Peringatan!

Haihooo...

Kali ini gua membawakan hal baru di blog yang sudah cukup berdebu ini. Ini salah satu topik yang paling gak penting buat kalian. Serius deh. Awas nyesel baca artikel yang ada tulisan "Awas Nyesel"-nya di blog ini. Serius deh.

Kecuali lu pada kepo tentang gua:v

Beberapa waktu yang lalu, tepatnya ketika gua masih di Bandung. Sedang menanti waktu liburan yang hanya menghitung jam. Gua kepikiran bikin satu bahan tulisan biar lebih sering nulis. Dan gua kepikiran buat nulis sesuatu yang sudah, akan, sedang gua lakuin tentang kehidupan real yang gua jalanin. Gak penting kan buat kalian, so, gua menyarankan kalian menyingkir dari label "Awas Nyesel!"

Jangan bilang gak gua ingetin ya:v 

Habis baca ini, tolong menghindar sejauh-jauhnya.

Yaudah kalo gitu gausah ditulis!!!!

Yaudah sih, suka-suka gua:v Aslinya gua bikin blog dalam rangka melatih tulisan gua, tapi malah kebiasaan jadi tempat curhat. Dan gua jadi kepikiran buat blog ini jadi jurnal gua. Gua nulis buat diri gua sendiri dan mereka-mereka yang memang bersedia membaca tanpa menghina. Tapi susah juga nemuin manusia jenis "mereka yang memang bersedia membaca tanpa menghina". Yaudah lah terserah yang penting udah gua bikin label sendiri supaya kalian bisa waspada.

AWAS! NYESEL!! Jangan salahin gua plis, hidup gua udah salah mulu kayak komik "Serba Salah" di Webtoon:v

Comments

Popular posts from this blog

Tentang Film: 99 Cahaya di Langit Eropa (Hai masalah besar, aku punya Tuhan yang lebih besar!)

Judulnya terlalu biasa ya? Mau bagaimana lagi, saya rasa judul inilah yang akan saya ceritakan kali ini. Tentu kalian sudah pernah mendengar kata-kata diatas. Ya, itulah judul film yang pernah menghiasi Indonesia, khususnya bagi orang muslim yang ingin menyaksikan film ini. Awalnya saya kurang berminat. Alasannya sangat klasik. Saya malas membuang uang untuk menonton film seperti itu. Terkesan sarkastikkah? Beberapa hari yang lalu, Adik saya menanyakan pada saya. "Teh punya film islami ga?" Kebetulan dia sedang mengikuti 'Pesantren Kilat' di SMPnya. Karena kebetulan aku tidak mengoleksi film seperti itu, maka ku suruh ia membeli kaset. Memang sih sayang uangnya, lebih baik mendownload. Tapi aku sedang malas karena ada target menulis untuk bulan depan. Akhirnya adikku membawa pulang kaset 99 Cahaya di Langit Eropa part 1 dan part 2. Dia memaksa agar aku menonton bersamanya, tapi Aku sedang ada target menulis, jadi aku tolak ajakkannya. Esok harinya dia berce...

Cerita Aneh dengan Bumbu Filosofi

Akan aku ceritakan sebuah kisah yang kembali dimulai dari akhir Juli hingga awal Agustus sekarang. Jikalau Socrates bisa diibaratkan wanita. Maka akan ku jadikan Plato sebagai lelakinya. Jangan lihat umur disini. Karena kisah ini akan sedikit tak masuk akal. Aku memilih kedua tokoh ini karena posisi kami sedang sama-sama menyukai buku karya Jostein Gaarder yang sudah menjadi best-seller internasional, "Dunia Sophie". Tapi aku rasa kali ini kau tak akan bisa memakai bekasanku lagi. Kau harus membelinya . Sebagaimana yang digambarkan dalam buku tersebut, Socrates adalah seorang filosof paling unik yang menyampaikan gagasannya dengan berbincang-bincang dengan orang-orang yang ada di taman kota. Hingga membuat banyak orang terpojokkan dan kesal akibat tingkahnya. Sekarang keluarkan Socrates dari dalam buku. Socrates versiku ialah sosok wanita aneh yang menarik perhatian Plato karena kegemarannya. Plato selalu memperhatikan ketika Socrates memulai pembicaraannya dengan bebera...

Kebetulan

Kita pernah sedekat ini sebelumnya, saat kita disatukan dalam sebuah kebetulan yang mengharuskan kita bersama. Tak pernah ada di fikiranku rasa untuk mencintaimu, aku tak mau. Tapi kebetulan yang tadi memaksaku terus tersenyum dengan bayangmu. Kejadian memalukan yang seharusnya tak kau tahu dan tak kau dengar, membuat pembatas jarak antar kita. Kegelisahan mulai menghantuiku. Bagaimana sikapku saat kita harus bersama dalam semesta walaupun sementara. Apa aku sanggup berdampingan denganmu, dengan kamu yang terpaksa. Apa akan ada lagi kebetulan yang memaksa kita tersenyum berdua. Sebelum aku sadar semua ini menyenangkan, kata sudah lebih dulu memberitahukanmu untuk menjauh dariku. Seharusnya aku senang, tapi aku tak bisa tenang. Apa yang harus aku lakukan. Diam disini dan menunggu kebetulan selanjutnya, atau mulai mendekat dan bertingkah seperti kebetulan sebelumnya, yang mengharuskan kita bersama.