Skip to main content

Mess Up

Menurut gua semua orang pernah kacau. Apapun bisa jadi penyebabnya, bahkan hal kecil yang tidak pernah kita duga. Misal, kehilangan alat tulis saat sudah dihadapkan pada kertas soal ujian. Padahal kita udah belajar semalaman. Dan salah satu yang paling berbahaya ketika semua itu menyangkut kepercayaan. Gak ada satupun manusia di dunia ini yang mau di kecewain, Tapi terkadang mereka gak sadar bahwa mereka ikut andil di dalamnya.

Hal bodoh yang selalu gua ulangin adalah menyalahkan oranglain atas semua kejadian buruk yang gua alamin dahulu. Ya walaupun mereka salah, belum tentu gua benar. Dan gua selalu kacau saat semua ingatan itu datang. Nyesel, marah, berasa mau putar balik waktu tapi gak bisa. Emang dari awal gua tipe orang yang berontak tapi suka aturan, dan pas kacau gua malah tambah kacau.

Contohnya akhir-akhir ini, gua inget semua hal itu lagi. Mulai menyalahkan orang-orang dan... entahlah, gua ngerasa kayak hancur aja. Padahal gak ada apa-apa, tapi ketika ingetan itu datang lagi, gua mulai kayak gini lagi. Gak separah waktu baru terjadi sih, tapi lumayan bikin gua jadi manusia gak berguna.

Gua ada kerjaan yang sebenarnya harus di urus, juga ada kelas dan harus pelajarin banyak hal sebelum quiz tapi malah ancur begini. Besok quiz dan gua belum belajar. Tapi kembali jadi sehancur ini, kayak waktu awal-awal, bikin gua tambah... depresi. 

Ya, gua depresi. Gua terlalu nahan emosi dari dulu, menganggap gua bisa handle semuanya sendirian. Keep many secrets dan bertingkah seakan gak terjadi apa-apa bukanlah hal yang mudah. Sialnya, kepribadian gua lama-lama mulai berubah juga. Dan gua belum mau bahas.

Gua tahu setiap orang pasti pernah kacau, tapi gua cuma mau tanya, sekacau apa mereka dan bagaimana mereka menghadapinya?

Comments

Popular posts from this blog

Belajar Gambar #2 (Realis)

Kali ini saya lagi belajar gambar realis.. Gaya aja ya saya tuh, baru bisa ngarsir udah mau coba-coba realis.. ehehe Mereka berdua ini sahabat-sahabar saya yang punya hobi sama kayak saya, yaitu menggambar, desain, dan yang berbau seni. Kalo ga ada mereka, mungkin saya ga akan mulai menggambar lagi  setelah vakum belajar gambar dari kelas 6sd. Gimana menurut kalian? ini gambar kayak manusia bukan? maklum ini gambar pertama dan kedua belajar realis. Mau liat sama foto aslinya? nih dibawah Ini adalah gambar pertama saya belajar gambar realis. Modelnya sahabat saya namanya Chintia Mega Kusuma. Kalo saya manggilnya Ci .. soalnya kalo manggil Chin nanti dikira banci :3 ehehe... Nah yang diatas ini adalah gambar kedua yang saya buat. Bisa liat kan perbedaannya. Dia juga sahabat saya yang gemar fotografi, namanya Fina Listiana. Kalo ga ada dia mungkin saya ga akan bisa belajar gambar kayak sekarang. Kedua gambar tadi adalah awal dari mimpi saya. Anda bisa kuliah di ju...

Tentang Film: 99 Cahaya di Langit Eropa (Hai masalah besar, aku punya Tuhan yang lebih besar!)

Judulnya terlalu biasa ya? Mau bagaimana lagi, saya rasa judul inilah yang akan saya ceritakan kali ini. Tentu kalian sudah pernah mendengar kata-kata diatas. Ya, itulah judul film yang pernah menghiasi Indonesia, khususnya bagi orang muslim yang ingin menyaksikan film ini. Awalnya saya kurang berminat. Alasannya sangat klasik. Saya malas membuang uang untuk menonton film seperti itu. Terkesan sarkastikkah? Beberapa hari yang lalu, Adik saya menanyakan pada saya. "Teh punya film islami ga?" Kebetulan dia sedang mengikuti 'Pesantren Kilat' di SMPnya. Karena kebetulan aku tidak mengoleksi film seperti itu, maka ku suruh ia membeli kaset. Memang sih sayang uangnya, lebih baik mendownload. Tapi aku sedang malas karena ada target menulis untuk bulan depan. Akhirnya adikku membawa pulang kaset 99 Cahaya di Langit Eropa part 1 dan part 2. Dia memaksa agar aku menonton bersamanya, tapi Aku sedang ada target menulis, jadi aku tolak ajakkannya. Esok harinya dia berce...

Anak Kecil

Seseorang pernah berkata, " ketika anak kecil melakukan kesalahan, itu bukan sifat aslinya ". Anak-anak belajar dari lingkungan sekitar, hal-hal yang ia lihat dan apa yang diajarkan kepadanya. Jadi ketika kita melihat seorang anak berperilaku buruk, yakinlah bahwa perilaku ataupun sifat itu mungkin bukan sifat aslinya. Ia masih dapat diajarkan dan dituntun ke jalan yang benar. Terimakasih Umi dan Abah telah mengajarkan hal ini pada kami dan percaya pada anak kecil yang nakal itu .