Skip to main content

Bloging dan Sejenisnya

Mungkin gua bakal jadi orang paling plin plan yang ada di dunia ini. ehehe lebay!

Sejak dahulu, ceilah.. maksud gua sejak SMP gua udah memimpikan punya blog sendiri buat nulis, karena gua suka nulis. Walaupun tulisan gua ga jelas gini, tapi rasanya kayak lebih waras aja ketika menuliskan apa yang ada di fikiran. Dimulai dari blog pertama gua yang dibikinin temen*udah ilang juga gatau apa namanya hehe* sampe blog ini yang bikin sendiri pas awal masuk SMA, gua akhirnya tetap nulis disini. Ya, ga rutin sih. Semenjak gua sadar bahwa membagikan fikiran bisa jadi boomerang buat kehidupan gua sendiri, gua ragu buat nulis. Tapi itu semua cuma ada di otak gua, fikiran dimana orang-orang akan nge-judge gua terlalu lebay dan sejenisnya. Kadang gua juga suka menyepelekan orang yang lebay hehe.

Sampai di tahap ini gua masih bingung apa fungsinya gua punya blog yang emang gua share ke temen-temen. Karena gua akhirnya sadar ada beberapa hal yang gausah di share ke orang-orang. Ga penting juga. Kayak nulis aneh di sini, gua merasa ini buat diri sendiri aja. Gua sering ngerasa frustrasi dan balik bacain tulisan gua, dan ada beberapa tulisan di blog ini yang bikin gua senyum lagi. Ya, sometimes bad days come, but they don't last forever. 

Dua tahun kebelakang ini gua mulai iseng bikin blog juga di wordpress, tapi feelnya ternyata beda, untuk gua yang udah hampir 1 dekade main di blogspot, rasanya aneh pindah ke wordpress. Ditambah ternyata tulisan sampah di blog ini amat sangat berguna bagi gua. Ya... kayaknya ada beberapa hal yang memang harus pada tempatnya semula. Bukan berarti platform itu buruk atau yang sejenisnya. Gua mulai suka sama platform sebelah, tapi khusus tulisan acak kadut gua, mungkin akan tetap ada di blog ini. Da yang baca juga gua lagi gua lagi hehe..

Yaudah sih gitu aja, semoga tetap waras ditengah pandemi ini. Semoga cepat berakhir juga aamiin.

Comments

Popular posts from this blog

Anak Kecil

Seseorang pernah berkata, " ketika anak kecil melakukan kesalahan, itu bukan sifat aslinya ". Anak-anak belajar dari lingkungan sekitar, hal-hal yang ia lihat dan apa yang diajarkan kepadanya. Jadi ketika kita melihat seorang anak berperilaku buruk, yakinlah bahwa perilaku ataupun sifat itu mungkin bukan sifat aslinya. Ia masih dapat diajarkan dan dituntun ke jalan yang benar. Terimakasih Umi dan Abah telah mengajarkan hal ini pada kami dan percaya pada anak kecil yang nakal itu .

Belajar Gambar #2 (Realis)

Kali ini saya lagi belajar gambar realis.. Gaya aja ya saya tuh, baru bisa ngarsir udah mau coba-coba realis.. ehehe Mereka berdua ini sahabat-sahabar saya yang punya hobi sama kayak saya, yaitu menggambar, desain, dan yang berbau seni. Kalo ga ada mereka, mungkin saya ga akan mulai menggambar lagi  setelah vakum belajar gambar dari kelas 6sd. Gimana menurut kalian? ini gambar kayak manusia bukan? maklum ini gambar pertama dan kedua belajar realis. Mau liat sama foto aslinya? nih dibawah Ini adalah gambar pertama saya belajar gambar realis. Modelnya sahabat saya namanya Chintia Mega Kusuma. Kalo saya manggilnya Ci .. soalnya kalo manggil Chin nanti dikira banci :3 ehehe... Nah yang diatas ini adalah gambar kedua yang saya buat. Bisa liat kan perbedaannya. Dia juga sahabat saya yang gemar fotografi, namanya Fina Listiana. Kalo ga ada dia mungkin saya ga akan bisa belajar gambar kayak sekarang. Kedua gambar tadi adalah awal dari mimpi saya. Anda bisa kuliah di ju...

Tentang Film: 99 Cahaya di Langit Eropa (Hai masalah besar, aku punya Tuhan yang lebih besar!)

Judulnya terlalu biasa ya? Mau bagaimana lagi, saya rasa judul inilah yang akan saya ceritakan kali ini. Tentu kalian sudah pernah mendengar kata-kata diatas. Ya, itulah judul film yang pernah menghiasi Indonesia, khususnya bagi orang muslim yang ingin menyaksikan film ini. Awalnya saya kurang berminat. Alasannya sangat klasik. Saya malas membuang uang untuk menonton film seperti itu. Terkesan sarkastikkah? Beberapa hari yang lalu, Adik saya menanyakan pada saya. "Teh punya film islami ga?" Kebetulan dia sedang mengikuti 'Pesantren Kilat' di SMPnya. Karena kebetulan aku tidak mengoleksi film seperti itu, maka ku suruh ia membeli kaset. Memang sih sayang uangnya, lebih baik mendownload. Tapi aku sedang malas karena ada target menulis untuk bulan depan. Akhirnya adikku membawa pulang kaset 99 Cahaya di Langit Eropa part 1 dan part 2. Dia memaksa agar aku menonton bersamanya, tapi Aku sedang ada target menulis, jadi aku tolak ajakkannya. Esok harinya dia berce...