Skip to main content

Posts

Tentang Film: 99 Cahaya di Langit Eropa (Hai masalah besar, aku punya Tuhan yang lebih besar!)

Judulnya terlalu biasa ya? Mau bagaimana lagi, saya rasa judul inilah yang akan saya ceritakan kali ini. Tentu kalian sudah pernah mendengar kata-kata diatas. Ya, itulah judul film yang pernah menghiasi Indonesia, khususnya bagi orang muslim yang ingin menyaksikan film ini. Awalnya saya kurang berminat. Alasannya sangat klasik. Saya malas membuang uang untuk menonton film seperti itu. Terkesan sarkastikkah? Beberapa hari yang lalu, Adik saya menanyakan pada saya. "Teh punya film islami ga?" Kebetulan dia sedang mengikuti 'Pesantren Kilat' di SMPnya. Karena kebetulan aku tidak mengoleksi film seperti itu, maka ku suruh ia membeli kaset. Memang sih sayang uangnya, lebih baik mendownload. Tapi aku sedang malas karena ada target menulis untuk bulan depan. Akhirnya adikku membawa pulang kaset 99 Cahaya di Langit Eropa part 1 dan part 2. Dia memaksa agar aku menonton bersamanya, tapi Aku sedang ada target menulis, jadi aku tolak ajakkannya. Esok harinya dia berce...

Kebetulan

Kita pernah sedekat ini sebelumnya, saat kita disatukan dalam sebuah kebetulan yang mengharuskan kita bersama. Tak pernah ada di fikiranku rasa untuk mencintaimu, aku tak mau. Tapi kebetulan yang tadi memaksaku terus tersenyum dengan bayangmu. Kejadian memalukan yang seharusnya tak kau tahu dan tak kau dengar, membuat pembatas jarak antar kita. Kegelisahan mulai menghantuiku. Bagaimana sikapku saat kita harus bersama dalam semesta walaupun sementara. Apa aku sanggup berdampingan denganmu, dengan kamu yang terpaksa. Apa akan ada lagi kebetulan yang memaksa kita tersenyum berdua. Sebelum aku sadar semua ini menyenangkan, kata sudah lebih dulu memberitahukanmu untuk menjauh dariku. Seharusnya aku senang, tapi aku tak bisa tenang. Apa yang harus aku lakukan. Diam disini dan menunggu kebetulan selanjutnya, atau mulai mendekat dan bertingkah seperti kebetulan sebelumnya, yang mengharuskan kita bersama.

BERANI menulis

Menulis itu tentang keberanian. Keberanian mengungkapkan ide yang ada dalam fikiran. Keberanian membagikan pengalaman atau hanya sekedar khayalan. Juga keberanian untuk mempertanggung jawabkan apa yang tertuang. Sederhana adalah awal dari sesuatu yang bermakna. Menulis itu butuh kesabaran untuk berkembang menjadi yang lebih baik. Lebih sering menulis maka akan semakin paham apa yang salah dan bagaimana memperbaikinya menjadi lebih baik. Langkah awal yang harus di tempuh seorang yang ingin menjadi penulis adalah BERANI. Berani melihat lembaran kosong, lalu mulai menghiasinya dengan deretan alphabet yang disusun secantik mungkin. Tentunya seorang penulis yang baik harus memperhatikan EYD yang sesuai dengan ketentuan. Tapi itu akan mengikuti seiring berjalannya pengalaman menulis. Yang paling utama adalah BERANI. Jadi, sudah beranikah Anda memulainya?

Sepenggal Kata Saat Aku Benci Manusia

Manusia? Makhluk apa itu? Aku manusia, ya memang aku manusia. Namun aku benci manusia. Aneh bukan,  Manusia yang membenci manusia,  itulah aku. Makhluk dengan hawa nafsu dan akal, yang terkadang tak masuk akal,  namun masih berakal. Aku membencinya bukan karena aku tak menyukainya. Ada beberapa alasan yang membuatku membenci manusia, -Kelogisan yang terlalu logis yang menyebabkan semuanya tak logis. -Kesombongan yang selalu merasa lebih dari yang lebih dan sombong lebih dari yang sombong. -Janji yang selalu menjanjikan sesuatu yang diakhiri kata janji hanya untuk meyakini. -Kata kemanusiaan untuk manusia namun tidak manusiawi. -Hukum tegas namun tak dapat membantu menegaskan. -Menilai oranglain dengan penilaian yang tak dapat dinilai. -Meyakini sesuatu yang tak ia yakini. -Membuat kesepakatan tanpa sepakat dengan yang lain. -Menegur sesuatu yang berulangkali menegurnya. -Menulis segala hal yang tak dapat ditulis. -Memakan sesuatu yang tak pantas...

Who Are You?

Let's see, can you answer my question? WHO ARE YOU? Yes, who are you, me and the other people in the word?  Ada satu kenyataan mutlak yang sering kali kita lewatkan di dunia ini, yaitu untuk tahu siapa diri kita sebenarnya . Kita lupa akan hal itu karena kita selalu melihat keluar jendela. Diluar sana terlihat lebih terang dan menyenangkan. Tapi lebih dari itu, hal menyenangkan terkadang butuh untuk diciptakan, disadari dan juga dijaga.  Kita berharga, lebih dari yang kita tahu. Kita pemenang sejati yang berhasil mengalahkan jutaan sel sperma lainnya. Kita yang berhasil terlahir kedunia ialah pemenang. Jangan pernah takut berbeda, jangan pernah takut menjadi diri sendiri, seberapa freaknya orang memandang kita. 

Gambar Iseng

Ada yang suka corat-coret? Pastinya kalo kalian lagi bete kalian pasti cari kesibukkan entah itu corat coret, ngemil, ataupun gangguin orang lain bukan? Yap waktu bikin beberapa coretan dibawah ini, saya lagi Bete jadi mungkin karyanya agak ruet dan gimana gitu :3 Yang dibawah ini inisial nama saya, awalnya sih iseng, tapi pas liat temen buat ginian terus jadinya ikut-ikutan. Dan ketagihan sampe sekarang. Yang ini inisial ekskul desain grafis di sekolah saya, Grafis Berbicara. Ada yang tau ga? Semoga banyak yang tau deh :3 Nah yang ini yang paling WOW. Saya buat yang ini pake hati (ceilah) itu inisial orang yang saya suka. Atau lebih tepatnya kakak kelas saya di SMA. "I Like You Senpai" sebenernya itu yang mau saya sampein ke dia dari gambar ini. Tapi mungkin orangnya ga nyadar. Yasudahlah. Anggap saja cuma iseng Nah itu beberapa corat-coret yang saya lakuin di waktu senggang. Aneh kan? emang. Gimana ga aneh coba, nah orang beli drawing pen buat gambar ma...

Ketika Sahabat Kita Sedang Bertengkar

Kalian pasti bingung waktu kedua sahabat kalian lagi marahan, hal itu yang sekarang lagi saya alami. Dan saya bener-bener ga tau harus ngebela yang mana. Yang saya tau keduanya salah, sama-sama salah paham. Kalau saya deket sama salah satu dari mereka, yang lain pasti marah ke saya. Dan saat saya coba buat ngebantuin mereka berdua biar temenan lagi, mereka pasti langsung nunjukin ego mereka. Malesin bukan? iya bener-bener malesin. Apalagi yang mereka pertengkarin ini masalah cowo. Ampun daaaahhhhh... :v :v :v Untungnya mamah saya pernah kasih tau ke saya cara buat ngadepin temen ataupun sahabat yang lagi marahan. Mau tau ga nih ?? Caranya gampang ga seruet ngeliatin mereka bertengkar, eits :3 Pertama, jangan memihak salah satu dari mereka. Cobalah untuk bersikap netral. Kedua, cobalah menjadi penengah diantara keduanya dan buatlah mereka berbaikan dengan membicarakan masalah mereka secara baik-baik Ketiga, jika mereka saling mengutamakan ego masing-masing, tinggalkan dan jang...