Skip to main content

Posts

10 Hours in Jakarta

Back to a few weeks ago , ketika gua menghabiskan akhir pekan di Jakarta, lagi. Tepatnya akhir bulan Februari kemarin. Gua bersyukur sih bisa kembali lagi kesana, ketemu teman-teman yang akhir tahun lalu baru gua kenal. Gua sempat ragu kesana atau engga. Dan mungkin memang sangat amat disayangkan kalau gua gak kesana. Acara yang diadain di kantor Bukalapak itu mempertemukan gua kembali dengan anak-anak Femalegeek Pusat. Gua ketemu lagi sama teman-teman femalegeek Jabodetabek dan bahkan ketemu teman baru. Tapi bukan hanya teman yang gua dapat, juga ilmu yang bermanfaat ceilah. Yang paling bikin gua bersyukur ialah ketika gua ikut sesi mentoring bersama Female engineers BL. Cool, kesan pertama gua waktu ketemu mereka. Gua pastikan mereka bukan sembarang orang dan memang orang-orang terpilih. Tapi mereka tetap makan makanan yang kita makan. So, gausah takut apalagi minder. Padahal gua sendiri minder awal-awal:v Siapa sih yang gak tahu Bukalapak. Salah satu e-commerce terbesar...

Hello April

https://blog.spoonflower.com/2018/03/announcing-aprils-design-challenge-themes/ Hello April! Gua cuma mau nyapa bulan kesayangan gua ini haha. Gak nyangka udah ketemu April lagi aja. Rasanya baru kemarin gua dapet surprise satu loyang pizza ukuran besar dari teman-teman kampus dan satu kue dari anak kost haha.  Baru kemarin juga rasanya gua mutusin satu hal gila dalam hidup gua. Dengan harapan, jadi programmer sebelum usia 20 tahun. Dan entahlah, kayaknya itu terlalu naif menurut gua. Mungkin jalan yang saat ini sedang gua coba adalah hal yang bakal gua sesali seumur hidup, atau bisa jadi gua syukurin. Nah sekarang, mulai detik ini sampai kedepannya, gua memilih buat mensyukuri yang ada. Karena semua itu memang udah jalannya. Gua memilih buat bersyukur karena gua sadar, gua gak akan bisa balik lagi ke masalalu dan mengubahnya. Terus gua juga gak akan ketemu orang-orang hebat seperti sekarang. Bisa dibilang gua udah lumayan bertambah pengetahuan. Walaupun secara mental, ...

Two Silly Girls

Today, I start my day in six p.m o'clock. Konyol, seperti beberapa hari kebelakang. Dengan amat sangat malas, gua membuka laptop dan memulai mencari kesibukan disana. Tadi gua sempat menuliskan tentang bagaimana gua kacau karena insomnia akut beberapa bulan kebekang ini. Saat sedang asyik mendekor tampilan blog yang sudah mulai tampak membosankan ini. Dan saat itulah telpon gua berbunyi. Nomor tak bernama menghiasi layar ponsel, dan entah kenapa gua ragu mengangkatnya. Takut itu teror yang memang beberapa hari ini gua terima. Tenang, ini gak seseram yang kalian bayangkan. Ponsel pintar gua akhirnya berhenti bersuara dalam beberapa detik kedepan. Dan gua baru sadar pas cek WA, itu nomor temen gua. Akhirnya gua telpon balik dan berakhir dengan menutup telpon lalu berganti pakaian. Dua orang aneh sedang berada di rumah makan yang kebetulan sangat dekat dengan kosan gua. Karena gua juga lagi gabut parah, akhirnya gua setuju buat nyusul mereka. Toh gua tinggal jalan keluar d...

Cirebon Punya Komunitas Programming!

Mengawali Senin yang banyak di benci ini saya ingin berbagi pengalaman weekend kemarin di Cirebon. Dulu waktu awal-awal tahu banyak komunitas Programming di kota-kota besar saya jadi kepikiran sama Cirebon. Kota pesisir itu memang bukanlah kota besar, tapi saya tahu banyak cikal bakal orang besar disana. Mau aja gitu ada komunitas programming. Kan enak tuh pulang kampung sekalian ketemu temen-temen yang suka ngoding di Cirebon. Dan ternyata awal tahun ini jalan itu terbentuk. Awalnya saya tahu karena FemaleGeek buka regional di Cirebon. Penanggungjawabnya juga beberapakali chat saya untuk tanya kapan ada di Cirebon buat ketemu sama anak-anak fg Cirebon. Dari grup itu saya tahu bahwa ada yang namanya Cirebon Dev, Hari itu juga saya gak berhenti senyam-senyum. Dulu saya gak berani ngumpulin orang karena memang gak kenal sama orang-orang yang suka ngoding di Cirebon. Kebetulan saya berasal dari SMA jadi jarang punya teman yang sehobi ngoding.  Finally awal bulan Februari Cir...

Tentang Film: Stip dan Pensil (Ada Koh Ernestnya:3)

Sebuah drama komedi Indonesia dalam waktu 97 menit yang mengangkat tema tentang pendidikan dengan pembawaan yang baik. Menurut gua sih gitu. Entah kenapa dari awal liat cuplikannya di TV maupun di Youtube gua yakin ini film bagus. Selain karena ada koko Ernest haha:v Tapi maaf banget gua gak sempat nonton karena suatu hal. Duit juga salah satunya:v. Dan barusan gua nonton bajakannya. Aduh jahatnya aku ini:'v Banyak hal yang gua sadarin setelah gua nonton ini. Pertama, gua gak memanfaatkan pendidikan gua dengan baik. Dari dulu gua takut keluar dari zona nyaman, gua takut untuk ikut OSIS padahal gua mau dan gua suka berorganisasi. Gua takut melakukan terobosan baru seperti yang dilakukan Toni dan teman-temannya. Gua cuma mau melakukan hal yang gua bisa, and stuck. Gua cuma berputar di lingkaran yang sama. Saat dengan percaya dirinya Toni menanggapi pertanyaan Erwin tentang essai yang dia buat, dia sama sekali gak mikir dua kali. Tapi dia hanya melakukan apa yang bisa d...

Tentang Novel: Pulang (bukan cuma tentang tempat)

since February 2016 "Aku tahu sekarang, lebih banyak luka di hati bapakku dibanding di tubuhnya. Juga mamakku, lebih banyak tangis di hati Mamak dibanding di matanya." Sebuah kisah tentang perjalanan pulang, melalui pertarungan demi pertarungan, untuk memeluk erat semua kebencian dan rasa sakit. - Haiho... Yaampun berapa lama gak nulis, berapa lama ga menjelajah diantara aksara, juga berapa lama mau bahas buku ini tapi males.  Dan akhirnya nulis juga, mulai menjelajah lagi, masih pegang buku Tere Liye pula. Tapi bukan yang ini. Yang baru terbit bulan kemarin, pada tahu dong ya. Kalo engga juga terserah sih, hehe. Sebenarnya Pe punya buku ini dari Februari kemarin. Awalnya iseng dan gak tau mau beli novel apa. Pas banget lagi butuh hiburan karena setres mau UN. Akhirnya malem-malem nekad di temani adik tercintah*eohaha  ke Gramed dan asal ambil buku. Berhubung hujan dan udah di tunggu Papah juga waktu itu.  Awalnya nyesel ini buku k...

Cerita Aneh dengan Bumbu Filosofi

Akan aku ceritakan sebuah kisah yang kembali dimulai dari akhir Juli hingga awal Agustus sekarang. Jikalau Socrates bisa diibaratkan wanita. Maka akan ku jadikan Plato sebagai lelakinya. Jangan lihat umur disini. Karena kisah ini akan sedikit tak masuk akal. Aku memilih kedua tokoh ini karena posisi kami sedang sama-sama menyukai buku karya Jostein Gaarder yang sudah menjadi best-seller internasional, "Dunia Sophie". Tapi aku rasa kali ini kau tak akan bisa memakai bekasanku lagi. Kau harus membelinya . Sebagaimana yang digambarkan dalam buku tersebut, Socrates adalah seorang filosof paling unik yang menyampaikan gagasannya dengan berbincang-bincang dengan orang-orang yang ada di taman kota. Hingga membuat banyak orang terpojokkan dan kesal akibat tingkahnya. Sekarang keluarkan Socrates dari dalam buku. Socrates versiku ialah sosok wanita aneh yang menarik perhatian Plato karena kegemarannya. Plato selalu memperhatikan ketika Socrates memulai pembicaraannya dengan bebera...