Skip to main content

Posts

Tentang Film: To All the Boys I've Loved Before -I like Lara Jean:v

This is because Lara Jean's letters. Gua baru mau tidur pas gak sengaja tau ada drama baru di Netflix. Sial. Dan bahagia di saat yang bersamaan. Gua penasaran dan akhirnya nonton film ini sampai selesai. Btw baru keluar hari ini filmnya. Ya, tepat di independence day's Indonesia . Btw, MERDEKA! Happy Independence day's my home ! Lara Jean, tipe gadis penghayal kayak gua, pemeran utama di film ini yang sialnya sangat mirip dengan gua. Maksudnya sifatnya yang jarang terlihat orang lain, selalu di pandang aneh soal penampilannya, suka novel-novel, dan yang paling penting keadaan kamarnya mirip kamar gua, BERANTAKAN! Ia adalah anak kedua dari tiga bersaudara, yang semuanya adalah perempuan. Ini gak mirip, tapi kita sama-sama punya dua saudara perempuan. Bentar, gua kasih trailernya dulu. Oh iya, gua juga suka sama sountrack film ini. Kehidupan awalnya hanya berputar di rumah dan sekolah menengah atasnya, dengan kedua saudari, ayah, dan seorang sahabat laki-laki...

Tentang Film: Tag, The Game for a Reason (2018)

Hari Senin, Gua gak bohong kalau hari ini bener-bener bad monday. Makanya gua memutuskan untuk nonton film. Niat awalnya cuma mau ngulangin serial Harry Potter sambil makan soto. Tapi gua gak sengaja liat cuplikan film "Tag". Penasaran. Ya, cuma karena ada tulisan "beside on the true story". Emang gampang banget penasarannya gua jadi ya udah nonton aja. Well, lu pernah punya temen kecil? Kayak tetangga-tetangga yang seumuran atau gak jauh beda terus sering main bareng kalau sore atau hari libur, ke Masjid atau tempat ibadah bareng-bareng, marahan bareng-bareng terus baikan lagi. Gua pernah punya temen kayak mereka. Tapi setelah semua beranjak dewasa, kita gak pernah main bareng lagi. Kalau ketemu paling cuma ngobrol dan yaudah gitu doang. Nah, di film Tag ini mereka membuat sebuah permainan yang dapat mereka jadikan alasan untuk bertemu setiap tahunnya. Cerdas kan. Gua rasa otak awalnya ada di Hogan atau yang sering di panggil  Hoagie  oleh teman-tema...

3 Bulan Pertama dalam Fulltime Job as a Developer

Salah satu mimpi gua adalah become a Developer and can work together with other people. Alhamdulillah, tepat sehabis gua memasuki kepala dua, mimpi itu terwujud. Engga tiba-tiba ada di depan mata, tapi gua bener-bener harus mengarungi samudra, melewati lembah, lompat sana, lompat sini, alay sih haha. Tapi gua tahu bahwa gak ada yang bisa kita raih dengan cara instan. Ada sih, tapi ga sehat plus ga akan dapat sensasinya. Gua baru selesai 3 bulan pertama sebagai Developer especially Back End dan gua gak tau lagi gimana caranya ngungkapin kebahagiaan dan rasa syukur gua. Semua tampaknya sempurna--diawal--. Gua kerja di perusahaan rintisan atau biasa yang disebut startup  dengan lingkungan yang baik dan seru, walaupun guanya tetap kaku. Dan ketika lagi menikmati semua ini, air bah datang. Ya, bukan hidup namanya kalau gak ada problem yang harus di solve. Gak jauh beda ketika gua duduk berjam-jam sebagai developer. Tapi gua tau, you all, shouldn't and don't want to know about...

13 Reasons Why dan Riverdale (versi gua belum selesai nonton Riverdale)

Selama ini, gua selalu berfikir bahwa jalan cerita yang disajikan melalui film ataupun novel yang gua lihat ataupun baca hanya terlihat seperti satu jalan lurus yang akhirnya akan mentok pada suatu jalan buntu. Orang-orang biasa menyebutnya akhir dari sebuah cerita, ataupun ending. Like happy ending or sad ending. Lalu bagaimana kehidupan setelahnya? Dari situ, gua berencana untuk membuat kisah cerita yang lebih kompleks. Atau setidaknya mencari cerita fiksi yang lebih kompleks. Karena dari hal-hal yang gua lihat di sekitar, hidup bukan hanya tentang bagaimana akhir yang nanti akan di dapat, tapi ada yang lebih seru dari semua itu, namanya proses. Orang terkadang hanya ingin memiliki akhir yang bagus dan ketika dalam prosesnya mereka malah menyalahkan keadaan, tidak terima, dan akhirnya menghambat jalan mereka menuju tujuan yang sebenarnya. Padahal proses itulah yang harusnya mereka nikmati. Kalau pembukaan yang gua bawakan diatas terlalu berbelit-belit, gua harap kalian tetap bis...

You Raise Me Up, Mom

Sebelum atau sambil baca coretan ini mungkin kalian bisa dengerin dulu lagu dari Westlife dengan judul yang sama seperti judul coretan ini. 20 tahun yang lalu gua lahir, di tengah kondisi negara yang tidak stabil. Itu salah satu perjuangan tersendiri buat orangtua gua, apalagi dari segi biaya dan kondisi sekitar yang sulit untuk kemana-mana. Tapi Alhamdulillah Allah ngizinin gua lahir dan lihat semua ciptaannya ini hingga saat ini dan seterusnya, Aamiin. 16 atau 15 tahun yang lalu, gua mulai takut memandang dunia, terutama sekitar gua. Semua orang seakan memberi gua punggung mereka. Kalau gua inget-inget, pemandangannya suram, abu-abu, gelap, menakutkan. Bahkan gua takut masuk sekolah. Gua cuma mau di rumah, meluk mamah. Beberapa tahun kemudian, gua mulai tahu caranya agar dunia gua gak semenakutkan sebelumnya, yaitu saat gua mengenal teman. Ketika gua pindah ke sebuah permukiman Kepongpong, tempat banyak orang hebat berkembang. Sekolah, main, jajan, belajar hal baru, semua g...

Awas Nyesel: Sebuah Peringatan!

Haihooo... Kali ini gua membawakan hal baru di blog yang sudah cukup berdebu ini. Ini salah satu topik yang paling gak penting buat kalian. Serius deh. Awas nyesel baca artikel yang ada tulisan "Awas Nyesel"-nya di blog ini. Serius deh. Kecuali lu pada kepo tentang gua:v Beberapa waktu yang lalu, tepatnya ketika gua masih di Bandung. Sedang menanti waktu liburan yang hanya menghitung jam. Gua kepikiran bikin satu bahan tulisan biar lebih sering nulis. Dan gua kepikiran buat nulis sesuatu yang sudah, akan, sedang gua lakuin tentang kehidupan real yang gua jalanin. Gak penting kan buat kalian, so, gua menyarankan kalian menyingkir dari label "Awas Nyesel!" Jangan bilang gak gua ingetin ya:v  Habis baca ini, tolong menghindar sejauh-jauhnya. Yaudah kalo gitu gausah ditulis!!!! Yaudah sih, suka-suka gua:v Aslinya gua bikin blog dalam rangka melatih tulisan gua, tapi malah kebiasaan jadi tempat curhat. Dan gua jadi kepikiran buat blog ini jad...

Let It Go

Kita . Bukan Dilan dan Milea, yang saling merangkai kata, bentuk dari rasa hati remaja yang saling jatuh cinta. Bukan juga Sinichi dan Ran, yang saling percaya walau salah satu menyimpan rahasia. Bukan lantas menjadi Dito dan Ayudia yang akhirnya bersama setelah menjadi teman bertahun-tahun sambil memendam rasa diam-diam. Aku dan kamu adalah Socrates dan Plato, yang bertemu untuk sama-sama belajar . Belajar bahwa hidup lebih dari sekedar jatuh cinta.