Skip to main content

Posts

It's Me

Karena ini akan jadi post pertama di awal tahun 2019, gua bakal memulai dengan mengekspresikan diri. Bahasa lainnya ngeksis:v Sebenernya gua berencana membuat blog pribadi dengan nama asli yang akan gua isi seperti jurnal hal-hal yang gua pelajari di hari-hari gua. Karena gua gak kuliah, gua merasa perlu sesuatu untuk membuat diri gua memiliki nilai dan acuan agar diketahui banyak orang. Minimalnya mereka tahu kalau butuh keahlian gua dan mereka akan mencari gua. Gua mau bermanfaat sebagai manusia. Emang naif banget, alesan lainnya kita hidup butuh duit. Dan gua mau kerja sampai gua gak perlu mengenalkan diri lagi ke orang-orang. Tapi gua mau untuk belajar hal-hal baru dan bermanfaat seumur hidup gua. Termasuk untuk akhirat juga. Dan ilmu dunia gua bisa aja dijadiin sebagai ladang amal suatu hari nanti. Ya minimalnya ngajarin anak-anak gua kelak.  Mengenai pendidikan kayak kuliah, belum jadi prioritas sekarang. Karena ada hal yang harus diselesaikan dan itu butuh duit yang ...

For You: I love you anymore by Michael Buble

Salah satu kebiasaan gua di kantor adalah nyumpel kuping sambil kerja. Dan karena kadang wifi suka error, terpaksa pake kuota sendiri, dan gua punya kuota khusus youtube yang banyak, jadi gua dengerinnya di youtube. Kadang lagu yang ga gua tau keputar sendiri. Salah satunya lagu ini.  Gua termasuk penikmat lirik lagu dan alunan musik, jadi gua pasti dengerin liriknya. Dan gua langsung kaget ketika lagu ini keputer. Liriknya itu lho. Ya Allah, ini aku banget:v Kan, seketika lebay. Doesn't mean I love you anymore Andai beneran bisa kayak gitu. Sayangnya kadang gua juga bingung sendiri. Tapi bukan berarti gua masih cinta kayak dulu. Kenapa juga malem ini jadi banyak bahas tentang hal menggelikan itu:v Tapi lagu ini beneran berpengaruh pada gua. Gua sampe gak berenti dengerinnya di kosan dan jadi kayak terngiang-ngiang gak jelas gitu. Selama beberapa hari lagi, gelo kan. Lagu ini memberi gua penjelasan bahwa bukan berarti gua masih punya rasa kayak dulu hanya karena gua...

Malam Minggu Terakhir di tahun 2018

Judulnya biasa aja, dan yang mau gua bahas jauh lebih biasa lagi. Jadi mending pergi deh sebelum nyesel lagi:v 2018 adalah tahun yang udah gua tunggu-tunggu. Dalam gambaran indah gua, gua dapat pekerjaan dengan gaji besar dan banyak duit, sebulan sekali ketemu doi--yang emang ldr-an-- dan lanjutin kuliah di tempat bonafit. Naif banget. Tapi akhir 2017 sesuatu terjadi, eakkk... Hal awal bahkan tidak berjalan sesuai rencana. Jangankan banyak duit, gua bahkan masih nodong ke ortu. Bahkan gua dengan terpaksa harus ngelepas doi supaya fikiran gua lebih fokus untuk ngejar mimpi yang gua mau. Kita masih kontekan minimal 1 bulan sekali dan itu bikin gua merasa jadi orang jahat. Dia tulus? Gatau ya, hati manusia kan berubah-ubah tiap detiknya. Tapi saat itu gua percaya dia tulus. Cuma logika gua menyangkalnya. Dan terbukti sudah, ga ada orang yang murni tulus, lagian gua juga ga mau nyalahin dia. Dia bego kalo tetep sama gua. But I am mess up. Doi adalah salah satu orang yang bantu gua m...

Aku Siapa?

Well, hari ini lumayan banyak yang terjadi. Atau lebih tepatnya banyak yang dipikirin dan melintas di kepala. Banyak yang dibahas juga. Ya singkatnya mah gua mendapatkan banyak insight baru atau baru sadar diri. Diawali dengan bangun pagi dan males-malesan diatas kasur sampai waktunya berangkat, cukup membuat gua malas seharian. Karena ga terlalu banyak kerjaan juga, jadi gua cuma belajar ini belajar itu, benerin ini benerin itu. Bosen. Tapi, siangnya gua dikasih kesempatan buat mengenal VP baru di kantor. Gua gak akan banyak cerita apa aja yang kita bahas, yang jelas seputar kerjaan dan sejarah kenapa gua bisa kerja disana. Tapi ada satu tanggapannya yang mengetuk gua, "Jangan berusaha sendirian, pril. Biarin orang-orang tahu siapa kamu dan apa yang kamu mau." Dan Penjelasan setelahnya yang dia lontarkan membuat gua haru. Seketika gua mau nangis karena lagi-lagi Allah berbaik hati mengenalkan dan membiarkan gua bertemu orang-orang terbaiknya, dia salah satunya. Mungki...

Gua Baru Nonton Series Marvel's Agents of S.H.I.E.L.D

Kemana aja gua selama ini, baru tahu sekarang kalau ada series Marvel ini. Jujur, gua bukan penggemar marvel. Dulunya. Gua bahkan gak terlalu fanatik sama apapun kecuali anime. Itu juga dulu, waktu masih sekolah. Hampir berubah jadi Otaku. Tapi untung aja ada dunia baru waktu SMA, jadi teralihkan. Dan kayaknya sekarang gua mulai jatuh cinta sama cerita-cerita Marvel. Btw gua emang suka genre yang berantem, spy, atau lebih ke action and sci-fi. Oh magic, mistery, shounnen--kalau buat animenya-- dan genre sejarah kerajaan Indonesia. Pokoknya gua suka sama sesuatu yang gak selalu gua lihat setiap hari. Sesuatu yang baru. Kalau kalian tahu Transporter, Transformer, Harry Potter, film-filmnya Jacki Chan dan artis China lainnya yang jago kungfu, itu salah satu film favorit gua sama keluarga. Tapi, gua selalu ngerasa kesel ketika filmnya berakhir dan masih banyak yang mau gua tahu. Film yang cuma dibuat paling lama 2 jam kurang atau lebih. Dan ketika gua nonton series dari Marvel...

Mess Up

Menurut gua semua orang pernah kacau. Apapun bisa jadi penyebabnya, bahkan hal kecil yang tidak pernah kita duga. Misal, kehilangan alat tulis saat sudah dihadapkan pada kertas soal ujian. Padahal kita udah belajar semalaman. Dan salah satu yang paling berbahaya ketika semua itu menyangkut kepercayaan. Gak ada satupun manusia di dunia ini yang mau di kecewain, Tapi terkadang mereka gak sadar bahwa mereka ikut andil di dalamnya. Hal bodoh yang selalu gua ulangin adalah menyalahkan oranglain atas semua kejadian buruk yang gua alamin dahulu. Ya walaupun mereka salah, belum tentu gua benar. Dan gua selalu kacau saat semua ingatan itu datang. Nyesel, marah, berasa mau putar balik waktu tapi gak bisa. Emang dari awal gua tipe orang yang berontak tapi suka aturan, dan pas kacau gua malah tambah kacau. Contohnya akhir-akhir ini, gua inget semua hal itu lagi. Mulai menyalahkan orang-orang dan... entahlah, gua ngerasa kayak hancur aja. Padahal gak ada apa-apa, tapi ketika ingetan itu da...

Review Wiro Sableng, Gak kayak naga terbang kok:v

Dua hari yang lalu, gua memutuskan untuk memberi diri sendiri sedikit relaksasi. Nonton film. Kebetulan dua teman gua ada yang mau nonton Wiro Sableng dan gua emang tertarik sama film indonesia yang berbau kerajaan beginian. Tertarik juga liat aksi laganya dan sangat berharap tidak ada naga terbang yang kelihatan banget bohongannya. Perasaan ragu ada, saat diawal. Karena menurut teman gua yang udah nonton filmnya biasa aja, humornya juga gak lucu, jenis humor jaman dulu. But, hell yeah gua tetap nonton. Ya, support film Indonesia gak ada salahnya kan. Kami datang tepat waktu, sangat tepat. Kalau ketinggalan beberapa menit saja, kami pasti ketinggalan film ini. Dan gua paling gak suka kalau ketinggalan film walaupun satu menit. Ya, mepet gini juga karena gua sih. Singkat cerita, di sekitar kantor ada syuting film Filosofi Kopi, dengan mobil van tingkatnya dan tak lupa mas Ben. Sangat disayangkan jika melewatkan hal seperti ini. Dan gua menunggu untuk bisa take some photos with mas ...