Skip to main content

Posts

Anak Kecil

Seseorang pernah berkata, " ketika anak kecil melakukan kesalahan, itu bukan sifat aslinya ". Anak-anak belajar dari lingkungan sekitar, hal-hal yang ia lihat dan apa yang diajarkan kepadanya. Jadi ketika kita melihat seorang anak berperilaku buruk, yakinlah bahwa perilaku ataupun sifat itu mungkin bukan sifat aslinya. Ia masih dapat diajarkan dan dituntun ke jalan yang benar. Terimakasih Umi dan Abah telah mengajarkan hal ini pada kami dan percaya pada anak kecil yang nakal itu .

Tentang Novel: Seorang Gadis yang Meminum Bulan

  Hebat bener ya bulan aja bisa di minum haha. Novel fantasi karya Kelly Barnhill ini memang menceritakan tentang gadis yang meminum (cahaya) bulan. Iya yang diminum cuma cahayanya, bukan bulannya yang dihabisin. Ini kisah tentang Luna yang berteman dengan kebohongan, mencari apa yang ia tidak ketahui dan menyesuaikan diri dengan keadaan. Juga tentang rakyat yang penuh penderitaan karena sebuah pengorbanan. Btw buku ini gue pinjem, dan kata yang punya buku, "gue gabisa bayangin monster-monsternya". Temen gue ini penggemarnya buku-buku fantasi dan aneh aja ketika gue dengar dia ngomong begitu. Karena waktu itu gue lagi suntuk banget dengan bacaan berat, akhirnya gue tetap nekat pinjam. Bodoh amatlah, bingung ya bingung deh. Yang penting gue butuh pengalihan dari buku-buku aneh--tapi butuh-- disekitar gue. Dan gue gak nyesel pinjem buku ini. Ternyata gak begitu buruk, mungkin karena gue gak mikirin banget gimana bentuk makhluk-makhluk yang ada di cerita. Gue memilih menikmati a...

Gara-gara Drakor

Sepertinya saya mulai merasa tidak manusiawi dengan nonton drakor. Selama pandemi gua emang berusaha cari hiburan, nonton drakor salah satunya. Walaupun panjang dan gue suka gemas duluan untuk lihat endingnya. Ditambah bikin penasaran banget ga sih, jadi ga berhenti nonton sampe akhir. Karena gue WFH di weekday, maka cuma weekend pilihan terbaik untuk menghabiskan satu drakor haha. Tapi gue merasa karena nonton drakor dan kurangnya bersosialisasi, gue jadi kehilangan diri sendiri*jiah berat banget bahasanya:v-- Tapi serius deh, masa ya pas gue nonton The King, gue pengen manjangin rambut karena suka liat rambutnya Jung Tae-Eul. Padahal biasanya kalau udah mumet, gue suka potong rambut sendiri. Guntingnya bahkan udah gue siapin khusus buat motongin rambut haha. Terus nih ya, gue barusan nonton School 2015 lagi, dan tiba-tiba gue lebih percaya diri gara-gara liat sikap Eun-Byul. Terus mulai bingung ngefans sama aktor yang mana, karena ganteng2. Sejauh ini yang gua suka Lee Seung-gi da...
  By three methods we may  learn  wisdom: First, by reflection, which is noblest; Second, by imitation, which is easiest; and third by experience, which  is the  bitterest. --Confucius, Chinese philosopher

Pelajaran Hidup dari Drakor The King: Eternal Monarch

 Kayaknya baru satu setengah jam yang lalu gue ngelarin drakor The King: Eternal Monarch. Ah, pasti pada tau sih ini kalau memang yang rajin mantengin drakor. Atau seenggaknya pernah denger lah. Ini drakor dimana Go-Eun sama Lee Min-Ho bersatu haha. Mungkin akan agak menyebalkan judul yang gue berikan ini. Kalau di film ada yang namanya behind the schene, kalau ini gue sebutnya behind my mind. Jadi ini pelajaran hidup yang gue dapet dari drakor hits satu ini. Singkat cerita gue lagi ditemani sama bukunya Dr. Ibrahim Elfiky, Terapi Berfikir Positif. Sampe adek gue nanya, "teteh lagi terapi?" Iya kali ya, gue lagi terapi mendalami diri sendiri eaakkkk... Mungkin karena itu juga fikiran-fikiran ini muncul ketika nonton The King. Jadi gini... Hidup untuk hari ini Siapa sih yang gak gereget liat kisah Tae-Eul sama Lee-Gon yang kepisah dua dunia, bingung gak tuh ngitung jaraknya. LDR lewat haha. Dan sebagaimana yang kita ketahui di ending*yang gatau nonton dulu* lumay...
  So long as I don't give up, the possibility of winning will never fall to zero .  --Kuroko Tetsuya 

Sayonara~

 Mau ceritain tentang anime Kuroko no Basuke di pandanganku, tapi kayaknya bakal kepanjangan. Jadi, mari kita bahas singkat yang menjurus pada perpisahan. Katanya, ada awal, ada akhir. Ada pertemuan, ada perpisahan. Walaupun udah sering terdengar kalimat itu dimana-mana, kita kadang lupa. Dalam artian, tidak mempersiapkan diri, menganggap semua hal pasti akan selalu ada pada tempatnya. Padahal ya gabisa begitu bambang! Dunia juga kan berputar, dan putarannya ga hanya mengelilingi lu doang! So, ini jadi bahan refleksi diri juga supaya ga lupa dan ya... tau diri dan sikaplah  dalam memaknai perpisahan. Mulai dari Kuroko dengan semangat bermain basketnya dan Tim Seirin yang saling menghargai dan mau belajar. Satu hal yang sekarang lagi ngena banget di otak gue, detik waktu itu berharga, dalam satu detik ke depan kita gak akan ada yang tau apa yang pasti akan terjadi. Ketika melihat Kuroko dan tim Seirin di lapangan, mereka bisa membalikkan keadaan hanya dalam hitungan detik. Ya...

Bloging dan Sejenisnya

Mungkin gua bakal jadi orang paling plin plan yang ada di dunia ini. ehehe lebay! Sejak dahulu, ceilah.. maksud gua sejak SMP gua udah memimpikan punya blog sendiri buat nulis, karena gua suka nulis. Walaupun tulisan gua ga jelas gini, tapi rasanya kayak lebih waras aja ketika menuliskan apa yang ada di fikiran. Dimulai dari blog pertama gua yang dibikinin temen*udah ilang juga gatau apa namanya hehe* sampe blog ini yang bikin sendiri pas awal masuk SMA, gua akhirnya tetap nulis disini. Ya, ga rutin sih. Semenjak gua sadar bahwa membagikan fikiran bisa jadi boomerang buat kehidupan gua sendiri, gua ragu buat nulis. Tapi itu semua cuma ada di otak gua, fikiran dimana orang-orang akan nge-judge gua terlalu lebay dan sejenisnya. Kadang gua juga suka menyepelekan orang yang lebay hehe. Sampai di tahap ini gua masih bingung apa fungsinya gua punya blog yang emang gua share ke temen-temen. Karena gua akhirnya sadar ada beberapa hal yang gausah di share ke orang-orang. Ga penting juga. Ka...

Memanusiakan Manusia #1

Terimalah pasangan karena kekurangannya. Ya kurang lebih begitulah bunyinya. Berkaca pada sekeliling dimana selalu banyak kegaduhan setiap hari, makian, saling menghina dan merendahkan, ga cuma dari sepasang kekasih, tapi pertemanan, hubungan sosial dan sejenisnya. Gua mulai paham makna kalimat diatas. Ketika kita tahu keburukan seseorang dan menerimanya, secara naluri terkadang kita berusaha menutupinya, karena dibalik sebuah kekurangan mungkin memang dia tidak mampu melakukan sesuatu. Ingat, tidak mampu bukan berarti tidak mau. Setiap orang memiliki batasannya, seperti menerima teman kita yang tidak bisa matematika di sebuah kelompok dan kita berusaha mengajarkannya, si teman yang tidak bisa ini juga harus berusaha belajar dan semaksimal mungkin memahami. Jika kita dan si teman ini bisa bekerjasama dengan baik, hasilnya pun akan baik. Wow, ngomong apa gua?! haha Oke, mungkin di pertambahan umur kali ini gua bakal lebih fokus untuk belajar memanusiakan manusia. Capek hidup p...

Accidentally Friends

Ini bakal jadi cerita pertama gua di tahun ini. Mari kita kembali ke akhir tahun 2017, dimana gua lagi frustrasi banget karena baru aja DO dari kampus dan ikut bootcamp, tapi gua ga berkembang sesuai harapan. Pada saat itu gua benar-benar ga tahu mau jadi apa dan harus apa. Berusaha belajar, baca dan latihan ngoding ngalor ngidul. Masih malu untuk bertanya apalagi bersosialisasi karena lingkungan gua cowok semua dan mungkin saat itu gua merasa terlalu rendah diri karena gabisa apa-apa. Dan gua mulai menggali kuburan sendiri ehehe. Di awal tahun 2018 gua mencoba freelance bareng orang yang ketemu di salah satu komunitas. Dan ga berjalan mulus, karena gua masih males dan lama ngerjainnya. Gua nambah frustrasi. Mulai ga yakin gua ini bisa atau engga sih. Tapi gua masih memaksa mencoba apa yang bisa gua lakuin pada saat itu. Akhirnya gua dapat pekerjaan setelah menempuh satu bulan bagai neraka selepas lulus dari bootcamp dan ga ada kegiatan. Terkurung di kamar kecil 3x3 dan jarang kel...

Get Up, Pril!

Hi, lama tidak menulis gua jadi agak kaku dan bingung. Bingung gimana harus mulai dengan "gua" karena biasanya udah aku2an. Banyak hal yang berubah di hidup gua. Sejak akhir 2017 lalu gua merasa bahwa hidup tambah berat setiap harinya. Apalagi gua lebih suka melarikan diri dari segala hal yang sebenarnya baik jika gua lakukan. Gua juga lupa tujuan awal gua. Gua mau jadi Programmer yang handal dan bisa bekerja dan diberi upah yang sesuai. Bekerja dan digaji atau berbisnis dengan usaha sendiri dan sepadan. Belajar untuk belajar menjadi pribadi yang lebih baik. LUPA! Gua pernah lupa semua itu. 2018 bisa dibilang hari-hari yang berat buat gua. Awal tahun 2019 ini gua dikenalkan dengan beberapa orang baru dan pelajaran yang lumayan memacu ardenalin dan membuat kepercayaan diri gua hampir menyentuh angka 0. BAHAYA! Tapi seseorang menyapa gua, mengajak gua mulai bergerak, sharing dan lebih terbuka dengan hal sekitar, dan akhrinya ada orang yang bilang "you can do it, Pril!...

#AugustWish

Barusan gue buka twitter dan nemu tag ini, #AugustWish. Jadi sadar bahwa sekarang udah masuk bulan Agustus. Hepi bertdai Devil! Sejauh yang gue ingat, tahun ini agak berantakan. Dimulai dari bulan Januari dimana gue tiba-tiba drop dan dibilang jantung gue tiba-tiba ngelemah, itu nakutin banget. Hampir di opname, bersyukurnya Mamah gue bisa langsung ngelakuin tindakan utama yang bikin gue masih bisa lah dirawat dirumah aja. Dan bulan-bulan setelahnya gue selalu sakit, aneh emang. Belum lagi tiba-tiba ada tamparan keras di kantor. Waw, gue benar-benar bersyukur masih bisa duduk dan ngetik hari ini. Masih bisa nafas, makan, ketawa, belajar dan punya duit seengaknya haha. Kedepannya mungkin gue gatau ada hal apa aja yang bakal ngasih gue pelajaran. Buruk ataupun baik, gue berharap gue masih bisa kuat dan Allah selalu bantu gue, selalu lindungin gue, Aamiin. Yang gue sadarin di tahun ini alias pelajaran-pelajaran yang gue dapat diantaranya: 1. Positive thinking ga selamanya baik, ki...

I'm Back!

Waw, berapa bulan sudah tidak bercerita disini? haha Apakabar dunia blog? I don't know what should I do now haha. Gue baru aja melewatkan salah satu kesempatan dimana gue bisa belajar lebih. Gatau kenapa rasanya salah aja kalau gue ngambil itu sekarang. Gue emang sotoy sih ya ini kayaknya. Btw beneran kangen loh ini nulis di blog. Kemaren-kemaren selalu ngerasa takut buat nulis. Ga nulis aja sih, tapi kayak hampir semua hal gue takutin. Sebagian ada yang dengan alasan, sebagian lagi ga jelas kenapanya. Dan gue bersyukur masih bisa survive sampai hari ini. Gila ya hidup kejam banget! Mungkin banyak diluar sana yang lebih ngerasain kejamnya dunia lebih dari gue, tapi gue percaya semua sudah sesuai pada posisinya. Yaudah senyumin aja. Kuat ya gengs! Oh iya, gue tau ga ada yang baca blog gue kok haha. Tapi saat ini gue sadar, gue bisa jadiin ini salah satu terapi. Terapi untuk membuat gue tetap waras! Dunia aja yang gila, gue jangan hehe. Bicara soal beberapa waktu kebelakan...

I Live Like a Zombie

Poros gua berhenti, kadang bergerak, lalu berhenti lagi. Sesekali bergerak lambat bahkan memutar kebelakang. Amat sangat tidak terkontrol dan tidak stabil. Mungkin sudah banyak karat disana. Gua rasa harus diperbaiki secepatnya atau gua bakal stak, bahkan memutar ke belakang. Sekarang hampir pukul sebelas malam dan gua masih dikalahkan oleh rasa malas. Hebat memang. Selamat untuk rasa malas dalam diri ini yang lebih banyak menang--sepertinya. Percuma buang waktu baca buku tentang waktu dan bagaimana mengatur waktu dengan baik ketika weekend masih berhasil membuat gua seperti manusia sampah yang hidupnya cuma tidur, gadget dan makan. Mandi aja sekali selama weekend. Ada yang salah. Ya, ada yang salah di kehidupan gua saat ini. Gua akan merasa tidak nyaman di Kantor--karena kurang fokus. Dan akan merasa malas di kosan. Alhasil, tidak produktif. I live like a zombie. Bukan cuma sekedar kata-kata, gua benar-benar kayak zombie yang mana jam tidur gajelas, ngelakuin hal gak jelas da...

Kebodohan Gua

Coba tebak gua dimana sekarang? Yap, diluar. Padahal udah tepat jam 10 malem dan gua belum pulang. Dari jam 7 tadi gua coba buat memahami algoritma yang seharusnya udah gua pahamin. Kerja hampir 1 tahun tapi masih aja gak ngerti konsep produknya? Itulah kesalahan gua. Gua cuma ngoding dan oke aja apa yang disuruh. Gua gak benar-benar memahami apa yang gua kerjain. Besok SPM pertama gua setelah tiga minggu ini gak masuk ke sprint. Kenapa? karena banyak banget kesalahan fatal gua yang ngebebanin sesama anggota team. Gua merasa berdosa akhir-akhir ini. Entah kenapa otak gua kayak buntu aja pas ngeliatin codingan. VP gua sampai kesel gak karuan. Dia bilang, ngadepin gua harus bawa garpu haha. Senyebelin itu gua ternyata. Tapi biarpun dia kesel banget sama gua, gua tau dia mau ngebantuin gua. Ya, biarpun sering marah-marah. Untung gua udah sering dimarahin Papah kalau gua salah. Wait, ini suasana gua lagi diluar dan dengerin rencana orang yang mau ke Jepang. Tiga cowok yang lagi ngom...

Say Goodbye to Instagram

Yap, seperti judulnya, ini sebuah perpisahan untuk instagram. Gua merasa bahwa sosmed khususnya instagram itu racun banget. Jake Knapp and JZ say it an infinity pool in their book, Make Time . Barusan gua udah menghabiskan lebih dari setengah hari ini untuk instagram dan gua tersadar bahwa selama app itu masih terpasang di hp, gua akan selalu terjebak dalam infinity pool . Mau ada app reminder pun akan sama. Gua masih belum bisa menahan diri dan selalu mudah tergoda. So yeah, bye IG!~ Sebenernya ga cuma sekali gua kecanduan online gini. Dulu jamannya SMP gua candu banget sama facebook sampai SMA. Tapi akhirnya sadar diri pas kuliah jadi jarang. Karena gua merasa udah bosen dan ada IG juga. Jadi gua beralih ke IG, sampai saat ini. Yang mana langsung gua putuskan untuk menguninstall ig barusan. Iya gua tau Instagram ga buruk-buruk banget. Bahkan gua sering termotivasi dari instagram. Tapi, lebih banyak buang waktunya, jadi hal negatifnya lebih dominan dan itu ngerugiin diri gua. Udah l...

It's Me

Karena ini akan jadi post pertama di awal tahun 2019, gua bakal memulai dengan mengekspresikan diri. Bahasa lainnya ngeksis:v Sebenernya gua berencana membuat blog pribadi dengan nama asli yang akan gua isi seperti jurnal hal-hal yang gua pelajari di hari-hari gua. Karena gua gak kuliah, gua merasa perlu sesuatu untuk membuat diri gua memiliki nilai dan acuan agar diketahui banyak orang. Minimalnya mereka tahu kalau butuh keahlian gua dan mereka akan mencari gua. Gua mau bermanfaat sebagai manusia. Emang naif banget, alesan lainnya kita hidup butuh duit. Dan gua mau kerja sampai gua gak perlu mengenalkan diri lagi ke orang-orang. Tapi gua mau untuk belajar hal-hal baru dan bermanfaat seumur hidup gua. Termasuk untuk akhirat juga. Dan ilmu dunia gua bisa aja dijadiin sebagai ladang amal suatu hari nanti. Ya minimalnya ngajarin anak-anak gua kelak.  Mengenai pendidikan kayak kuliah, belum jadi prioritas sekarang. Karena ada hal yang harus diselesaikan dan itu butuh duit yang ...

For You: I love you anymore by Michael Buble

Salah satu kebiasaan gua di kantor adalah nyumpel kuping sambil kerja. Dan karena kadang wifi suka error, terpaksa pake kuota sendiri, dan gua punya kuota khusus youtube yang banyak, jadi gua dengerinnya di youtube. Kadang lagu yang ga gua tau keputar sendiri. Salah satunya lagu ini.  Gua termasuk penikmat lirik lagu dan alunan musik, jadi gua pasti dengerin liriknya. Dan gua langsung kaget ketika lagu ini keputer. Liriknya itu lho. Ya Allah, ini aku banget:v Kan, seketika lebay. Doesn't mean I love you anymore Andai beneran bisa kayak gitu. Sayangnya kadang gua juga bingung sendiri. Tapi bukan berarti gua masih cinta kayak dulu. Kenapa juga malem ini jadi banyak bahas tentang hal menggelikan itu:v Tapi lagu ini beneran berpengaruh pada gua. Gua sampe gak berenti dengerinnya di kosan dan jadi kayak terngiang-ngiang gak jelas gitu. Selama beberapa hari lagi, gelo kan. Lagu ini memberi gua penjelasan bahwa bukan berarti gua masih punya rasa kayak dulu hanya karena gua...

Malam Minggu Terakhir di tahun 2018

Judulnya biasa aja, dan yang mau gua bahas jauh lebih biasa lagi. Jadi mending pergi deh sebelum nyesel lagi:v 2018 adalah tahun yang udah gua tunggu-tunggu. Dalam gambaran indah gua, gua dapat pekerjaan dengan gaji besar dan banyak duit, sebulan sekali ketemu doi--yang emang ldr-an-- dan lanjutin kuliah di tempat bonafit. Naif banget. Tapi akhir 2017 sesuatu terjadi, eakkk... Hal awal bahkan tidak berjalan sesuai rencana. Jangankan banyak duit, gua bahkan masih nodong ke ortu. Bahkan gua dengan terpaksa harus ngelepas doi supaya fikiran gua lebih fokus untuk ngejar mimpi yang gua mau. Kita masih kontekan minimal 1 bulan sekali dan itu bikin gua merasa jadi orang jahat. Dia tulus? Gatau ya, hati manusia kan berubah-ubah tiap detiknya. Tapi saat itu gua percaya dia tulus. Cuma logika gua menyangkalnya. Dan terbukti sudah, ga ada orang yang murni tulus, lagian gua juga ga mau nyalahin dia. Dia bego kalo tetep sama gua. But I am mess up. Doi adalah salah satu orang yang bantu gua m...